Daerah  

Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Terdampak Bencana di Bireuen Capai Rp. 86,1 Milyar

Menteri PMK, Pratikno saat menyerahkan bantuan stimulan perbaikan rumah terdampak bencana kepada Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, pada Selasa, 3 Maret 2026. Foto : Rahmad Maulida/Lintas Nasional.

LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Mentri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Republik Indonesia, Pratikno menyerahkan bantuan stimulan perbaikan rumah terdampak bencana hidrometeorologi siklon senyar di Kabupaten Bireuen tahap I senilai Rp. 86,1 miliar.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PMK, Pratikno dan diterima oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., saat kunjungan kerja dan silaturrahmi Menko PMK, pada Selasa, 3 Maret 2026, sore di Pendopo Bupati setempat.

Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., pada kesempatan itu mengatakan, bantuan stimulan perbaikan rumah terdampak bencana tersebut diterima, setelah Pemerintah Kabupaten Bireuen mengusulkan bantuan perbaikan rumah terdampak banjir dan tanah longsor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara bertahap.

“Hingga saat ini, total usulan yang kita sampaikan mencapai 31.929 unit rumah,” sebut Bupati Mukhlis.

Bupati Mukhlis menambahkan, usulan tersebut disampaikan dalam empat tahap, yaitu tahap pertama sebanyak 11.455, tahap kedua 11.893, tahap ketiga 3.456 dan tahap keempat sebanyak 5.125 unit rumah.

“Dari jumlah yang telah kita usulkan, 23.384 unit sudah diverifikasi dan divalidasi oleh BNPB,” tambah Bupati Mukhlis.

Kata Mukhlis, hasil verifikasi dan validasi dari BNPB telah dilakukan uji publik. Bupati Mukhlis menambahkan, penerima yang telah memenuhi kriteria telah diusulkan ke BNPB sebagai penerima tahap pertama.

“Bedasarkan hasil riview inspektorat BNPB per tanggal 27 Februari 2026 tentang penyaluran bantuan korban banjir tahap pertama telah disetujui bantuan sebesar sebesar Rp 86.1 miliar dengan rincian rumah rusak ringan dan rusak sedang,” tutur Bupati Mukhlis.

Bupati Mukhlis menambahkan, bantuan stimulan tahap pertama katagori rusak ringan sebanyak 4.347 unit rumah dengan rincian anggaran sebesar Rp. 44.310.000.000 dan 1.393 rumah rusak sedang dengan rincian anggaran sebesar Rp. 41.790.000.000.

“1.109 unit lainnya dilanjutkan ketahap pembangunan,” kata Mukhlis.

Kata Mukhlis, terdapat sejumlah data yang belum diverifikasi dan validasi, termasuk data hasil dari sanggahan masyarakat yang akan segera diverifikasi dan validasi kembali bersama BNPB dalam waktu dekat.

Sementara itu, Menteri PMK, Pratikno mengatakan, Kabupaten Bireuen merupakan penerima bantuan terbesar dari tiga provinsi untuk rehabilitasi tahap kedua.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto terus memerintahkan kepada kita untuk mempercepat upaya pemulihan pasca bencana,” tambah Pratikno.

Kata Pratikno, bencana alam banjir dan tanah longsor juga kembali melanda sejumlah daerah diluar Sumatera seperti di Pulau Jawa, Bali, Selawasi dan Papua karna intensitas curah hujan tinggi yang mengakibatkan terkuras tenaga penanggulangan bencana.

“Satgas penanggulangan bencana berkerja keras dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana,” ungkap Pratikno.

Pratikno menambahkan bahwa, satgas, baik dari tim pengarah maupun tim pelaksana terus berkerja keras untuk mengkoordinasikan para Kementerian dan Lembaga dan Pemda, agar bersinergi dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana. [] (Rahmad Maulida)