Daerah  

Distanbun Bireuen Bakal Salurkan 2 Ribu Bibit Giri Matang

Kadistanbun Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM., saat memberikan sambutan pada Simbolis Penanaman Jeruk Bali Varietas Giri Matang, di Gampong Panteng Lhong, Peusangan, Bireuen, Senin, 7 September 2026. Foto : Ist

LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen akan menyalurkan 2 ribu batang bibit Jeruk Pamelo varitas Giri Matang bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.

Penyaluran bibit Giri Matang sebagai upaya pemulihan sektor perkebunan dan hortikultura di daerah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Bireuen.

“Bantuan ini kita salurkan untuk mempertahankan Giri Matang yang telah terdampak bencana, karena Giri Matang sudah menjadi ikon daerah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM., yang dikutip Lintas Nasional, Selasa, 8 September 2026.

Sebelumnya hal itu disampaikan Kadis Mulyadi pada acara penanaman Jeruk Giri Matang yang di gagas MDMC Yogyakarta di Gampong Pante Lhong, Peusangan, Bireuen, Senin 7 September 2026, kemarin.

Kata Mulyadi, saat ini pihaknya masih fokus pada penanganan sektor persawahan. Mulyadi mengaku, pihaknya akan mengalokasikan bantuan sekitar 2 ribu batang bibit Jeruk Pamelo.

“Bibit ini akan kita salurkan pada November mendatang kepada warga di desa-desa prioritas, termasuk Gampong Pante Long dan wilayah sekitarnya,” sebut Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, Jeruk Pamelo varietas Giri Matang merupakan produk hortikultura ikonik dan memiliki ciri khas daerah, sehingga perlu dijaga dan pertahankan.

“Jeruk Pamelo varietas Giri Matang telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) melalui proses panjang sejak tahun 2018,” jelas Mulyadi.

Kata Mulyadi, merespons dampak bencana banjir yang merusak kawasan perkebunan hortikultura, khususnya komoditas Jeruk Pamelo yang berdampak paling parah, pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulihan.

“Pemerintah Kabupaten Bireuen telah menyusun skema perbaikan dan rehabilitasi sektor perkebunan jangka panjang untuk masa pemulihan hingga tahun 2027,” sebut Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bireuen mengapresiasi tim relawan MDMC Yogyakarta yang telah melakukan pelatihan dan pendampingan bagi warga Gampong Pante Lhong.

“Pemerintah daerah berharap pendampingan dan pengembangan potensi Jeruk Pamelo ini tidak berhenti di satu Gampong, melainkan dapat terus diperluas ke Gampong-Gampong tetangga lainnya,” tutup Mulyadi. [] (Rahmad Maulida)