Hadiri Pemakaman Istri, Ruslan Buton Diizinkan Keluar Rutan 4 Hari

LINTAS NASIONAL – SULTENG, Istri terdakwa kasus ujaran kebencian, Ruslan Buton meninggal dunia, Jumat 25 September 2020, Informasi mengenai hal itu dikabarkan oleh Pengacara Ruslan, Tonin Tachta.


“Telah berpulang ke rahmatullah Ibu Erna (Istri Panglima Eks Tri Matra Nusantara) Eks Kpt Inf Ruslan Buton, karena sakit,” kata Tonin dikutip dari CNN pada Jumat 25 September 2020.

Tonin menyatakan pihaknya telah mengajukan izin kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar Ruslan yang saat ini ditahan dapat menghadiri pemakaman istrinya.

Dari pengajuan itu, Ruslan mendapat izin 4 hari terhitung Jumat 25 hingga Senin 28. September 2020 untuk keluar dari Rutan Bareskrim.

“Memerintahkan agar Terdakwa kembali ke Rumah Tahanan Bareskrim Polri setelah izin keluar tahanan selesai,” dikutip dari surat ketetapan Hakim PN Jakarta Selatan.

Ruslan sebelumnya ditangkap oleh tim gabungan dari Bareskrim Polri, Polda Sulawesi Tenggara, Polres Buton dan POM TNI AD, Kamis 28 Mei 2020, pukul 10.30 WITA di Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:  Menteri Kesehatan: Serapan Anggaran Corona Rendah karena Pasien Sedikit

Penangkapan itu berdasarkan laporan yang diterima kepolisian pada 22 Mei. Ruslan didakwa telah sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian, menghina penguasa, atau menyebarkan berita bohong yang menimbulkan keonaran.

Dakwaan itu terkait tindakan Ruslan yang meminta agar Presiden Joko Widodo mengundurkan diri lantaran dinilai gagal menyelamatkan bangsa dan negara dengan kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan Jokowi.

“Bahwa ia terdakwa Ruslan Buton Bin La Mudjuni pada Senin 18 Mei 2020 atau setidak-tidaknya pada suatu waktu pada bulan Mei 2020 dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA,” ujar Jaksa Abdul Rauf saat membacakan surat dakwaan, PN Jakarta Selatan, Kamis 13 Agustus 2020 sore. (Red)