LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Puluhan hektar padi gogo yang ditanam setelah program rehabilitasi lahan pertanian pascabencana di Kabupaten Bireuen, dinyatakan gagal panen oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen.
Salah seorang petani yang menerima program rehabilitasi dan penanaman padi gogo di Desa Pulo Siron, Kuta Blang, Bireuen mengaku, padi gogo yang ditanam tersebut gagal panen, karena kondisi kemarau yang panjang.
“Bantuan dari pemerintah yang diterima petani berupa olah lahan dan bibit padi gogo” kata petani setempat yang enggan ditulis nama, saat ditemui Lintas Nasional, Kamis, 10 September 2026.
Ia mengaku, lahan pertanian di Desa Pulo Siron sudah direhabilitasi dengan menggunakan alat berat excavator dan traktor.
“Tidak semua lahan dikeruk menggunakan excavator, ada sebagian yang dibajak menggunakan traktor,” katanya.
Kata dia, meskipun program bantuan dari pemerintah, namun upah tanam harus ditanggung petani, dengan besaran nilai Rp 100 ribu rupiah per orang per hari.
“Karena gagal panen, petani ikut merugi, karena harus mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah untuk upah tanam,” katanya.
Ia juga mengaku, para petani yang menerima program rehabilitasi tersebut gagal mendapatkan bantuan pupuk yang dijanjikan, karena bibit yang ditanam gagal tumbuh.
“Sebelumnya diinformasikan ada bantuan pupuk, karena tanaman padi tidak tumbuh, maka pupuk tidak diberikan lagi,” ucapnya. [] (Rahmad Maulida)















