
LINTAS NASIONAL, BIREUEN – Insan Bumi Mandiri (IBM) terus menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir bandang di Aceh dan Sumatra. Bantuan yang distribusi Yayasan IBM terdiri dari air bersih dan perlengkapan ibadah.
Bantuan yang disalurkan itu merupakan inisiatif lanjutan yang masih berjalan hingga saat ini, seiring dengan dibukanya dukungan kemanusiaan untuk menjangkau lebih banyak wilayah terdampak.
Yayasan IBM telah menjangkau sembilan desa terdampak, terdiri dari tujuh desa di Provinsi Aceh dan dua provinsi di Sumatra.
Distribusi air bersih dilakukan di tujuh titik di Aceh terdiri dari Kampung Masjid dan Kampung Tanjung yang masing-masing menerima tiga tangki air bersih berkapasitas 1.800 liter per tangki yang dimanfaatkan oleh sekitar 150 kepala keluarga.
Sementara itu, di Desa Lama dan Desa Alur Nunang, Yayasan IBM menyalurkan dua tangki air bersih berkapasitas 1.400 liter per tangki dan menjangkau sekitar 80 kepala keluarga.
Selain itu, di Yayasan IBM juga mendistribusikan air bersih untuk Desa Cinta Raja, Desa Rantau Pakam, dan Desa Teluk Halban yang menerima tiga tangki air bersih berkapasitas 1.800 liter dan dimanfaatkan sekitar 180 kepala keluarga.
Yayasan IBM juga menyalurkan 25 pasang alat sholat kepada warga terdampak banjir di Karang Baru dan Desa Paya. Bantuan ini diterima langsung oleh 25 penerima manfaat yang saat ini masih tinggal di area pengungsian.
“Air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga pasca banjir,” kata Budi Dharma, relawan Insan Bumi Mandiri asal Sumatra Utara yang dikutip media ini, Rabu 14 Januari 2026.
Budi berharap, bantuan tersebut dapat membantu masyarakat yang bertahan di tengah keterbatasan dan mendukung proses pemulihan secara bertahap.
“Penyaluran bantuan ini masih terus kami lakukan agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak wilayah terdampak,” sebut Budi.
Yayasan Insan Bumi Mandiri menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan kemanusiaan di Aceh masih terus berlangsung dan pembukaan bantuan masih berjalan.
IBM terus berkomitmen untuk hadir mendampingi warga terdampak melalui berbagai program pemulihan pasca bencana serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Berdasarkan catatan Yayasan IBM, bencana banjir yang melanda Aceh telah menyebabkan rusaknya sumber air bersih, akses jalan yang putus akibat tertutup lumpur, serta keterbatasan listrik di sejumlah wilayah.
Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk air bersih dan perlengkapan ibadah, menjadi sangat terbatas. [] (AH)
















