Iklan Lintas Nasional

Kematian Musfikal Masih Misteri, Haji Uma : Harus Ditelusuri

Anggota DPD-RI Dapil Aceh, H. Sudirman Haji Uma, S.Sos., M.Sos. Foto : Ist

LINTAS NASIONAL, JAKARTA – Kematian Musfikal (34), salah seorang warga Desa Bulukat Teubai, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara yang ditemukan meninggal dunia diperairan Dumai, Provinsi Riau, masih mengundang misteri, karena terdapat sejumlah hal yang dinilai belum terungkap, terutama mengenai keberadaan boat dan penumpang lainnya.

“Kematian Musfikal dan satu warga lainnya ini masih menyimpan misteri. Kalau benar boat yang mereka tumpangi karam, kita perlu mengetahui ke mana penumpang lainnya, termasuk nahkoda,” kata Anggota DPD RI Dapil Aceh, Haji Sudirman Haji Uma, S.Sos., M.Sos, yang dikutip media ini, Rabu, 19 Agustus 2026.

Karena itu, sambung Haji Uma, kasus tersebut harus ditelusuri secara serius untuk memastikan kronologis kejadian. Kata Haji Uma, untuk mendapatkan informasi yang utuh, maka perlu adanya saksi yang mengetahui pemilik boat dan pihak yang memberangkatkan mereka.

“Jika memang ada praktik yang ilegal, maka harus diungkap dan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” sebut Haji Uma.

Haji Uma menduga, keberangkatan korban menuju Malaysia dilakukan melalui jalur ilegal atau jalur belakang tanpa dokumen resmi. Karena itu, Haji Uma mengaku, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui perwakilan Aceh untuk memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.

“Kita juga meminta para pihak terkait di Riau agar menelusuri dan melacak keberadaan dan identitas boat yang berlayar melalui perairan Dumai pada, Jum’at, 14 Agustus 2026, lalu,” pinta Haji Uma.

Menurut Haji Uma, langkah tersebut penting dilakukan untuk menemukan saksi agar bisa mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam proses keberangkatan korban.

“Menurut keterangan keluarga, Musfikal sebelumnya pernah masuk ke Malaysia, dan kali ini kembali berencana ke negara tersebut untuk mencari pekerjaan,” tutur Haji Uma.

Haji Uma menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Musfikal dan satu warga Indonesia lainnya yang ditemukan di perairan Dumai. Haji Uma berdoa, agar kedua korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Kita turut berduka atas musibah ini. Semoga arwah kedua korban diterima di sisi Allah SWT,” ucap Haji Uma.

Haji Uma juga mengingatkan masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri, agar menempuh jalur resmi dan legal, sehingga keberangkatan lebih aman dan memiliki kepastian perlindungan hukum.  [] (AH)