Terindikasi Korupsi, YARA Minta Penegak Hukum Usut Proyek Irigasi Paya Geurugoh Bireuen

Ketua Perwakilan YARA Bireuen Muhammad Zubir, SH

LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Bireuen Muhammad Zubir SH, meminta aparat penegak hukum untuk mengusut pembangunan Proyek Irigasi Paya Geureugoh Kecamatan Gandapura.


Hal itu disampaikan M. Zubir SH, berdasarkan keluhan yang disampaikan masyarakat setempat karena sejak dimulai pembangunan dari 14 Agustus 2020 hingga saat ini ratusan hektar sawah terendam air karena tidak berfungsinya saluran pembuang.

Baca Juga: Proyek Irigasi Paya Geurugoh Bireuen Senilai 6,2 Milyar Dikerjakan Oleh H. Uun

Irigasi Paya Geureugoh Bireuen Senilai 6,2 Milyar Membawa ‘Petaka’ Bagi Petani

“Ini tidak boleh dibiarkan, pasalnya irigasi yang menghabiskan anggaran 6,2 Milyar tersebut dibangun karena kebutuhan masyarakat namun yang terjadi malah merugikan para petani sawah,” kata M. Zubir pada Senin 25 Januari 2021.

Dalam hal ini YARA perwakilan Bireuen meminta aparat penegak hukum dan inspektorat untuk segera mengusutnya karena proyek tersebut ada indikasi terjadi kerugian negara.

“Kita berharap dengan adanya penindakan dari aparat penegak hukum, maka proyek tersebut dapat berfungsi sesuai dengan harapan para petani setempat,” pinta M. Zubir.

Menurut M. Zubir, saluran yang dikerjakan lebih kurang sepanjang 1,6 KM tersebut belum sempurna dikerjakan sementara bagian yang sudah selesai sudah mulai retak dan bergelombang.

“Ini patut diduga terjadinya mark up oleh pihak kontraktor pelaksana dan kemungkinan besar terjadi indikasi korupsi yang merugikan keuangan negara, dengan adanya penindakan dan pengusutan akan menjadi pelajaran berharga untuk para kontraktor agar tidak mengerjakan proyek publik asal-asalan,” pungkas M. Zubir

Diberitakan sebelumnya, Proyek Irigasi Paya Geuerugoh berada dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bireuen yang dikerjakan oleh PT, Menara Suria Sakti beralamat di Jalan Medan-Banda Aceh Gampong Matang Geulumpang Dua Meunasah Dayah Kecamatan Peusangan.

Proyek tersebut dikerjakan oleh H. Ziaurrahman atau dikenal dengan H. Uun yang merupakan anak kandung dari Almarhum Mantan Bupati Bireuen H. Saifannur. (Red)