LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Satu orang balita M.Qabil (3), warga Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Juli, Bireuen yang menjadi korban jatuh dari Troli penyeberangan, pada Selasa, 31 Maret 2026, malam sekira pukul 20:00 WIB, hingga Rabu 1 April 2026 belum ditemukan.
Troli penyeberangan darurat tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan yang menghubungkan Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa dengan Dusun Bivak, Gampong Kreung Simpo, Kecamatan Juli yang hancur diterjang banjir bandang pada akhir November 2025.
Bedasarkan informasi yang dihimpun Lintas Nasional.com, pada Rabu, 1 April 2026, kejadian itu terjadi pada saat korban M.Qabil bersama keluarga menggunakan Troli untuk menyeberang pulang ke rumahnya di Dusun Bivak.
Peristiwa naas itu terjadi pada saat Troli sudah berjalan dan hampir mencapai daratan Dusun Bivak, namun terjadi hentakan yang menyebabkan pintu Troli besi terbuka, sehingga korban terjatuh kedalam sungai.
Sementara itu, Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Hardani, SIK.M.Med.Kom mengatakan, hingga saat ini korban belum ditemukan, dan tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban yang dipimpin Kapolsubsektor Jeumpa, Ipda. Abdullah, S.H.
“Pencarian dilakukan oleh tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, BNPB, RAPI dibantu masyarakat setempat dengan cara melakukan penyisiran aliran sungai, baik melalui darat maupun rafting menggunakan perahu karet hingga ke Gampong Alue Limeng, Kecamatan Jeumpa,” kata Tuschad.
Tuschad mengaku, proses pencarian korban oleh tim SAR gabungan mengalami kesulitan, karena debit air sungai Peusangan yang tinggi dan keruh.
“Walaupun terdapat kendala dilapangan, namun tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian, kita juga memprediksi bahwa korban terseret arus sungai yang deras dan terbawa arus,” sebut Tuschad. [] (Rahmad Maulida)
















