
LINTAS NASIONAL, MANGGARAI BARAT– Sebanyak 25 orang guru di Pulau Boleng, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas melalui program Teach4Hope, yang digagas Kitabisa, bekerja sama dengan Kredivo Group sebagai donatur, dan Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) sebagai mitra pelaksana.
Orientasi pembukaan program Teach4Hope tersebut digelar pada, Sabtu, 8 Agustus 2026, di ruang kelas MTs Tujuh Tangkai. Sebanyak 25 orang guru dari empat sekolah yang terdiri dari MTs Tujuh Tangkai, SDN Nanga Boleng, SDN Pulau Boleng, dan PAUD Bajo Sayang, mengikuti kegiatan tersebut.
Head of Program KitabisaORG, Reza Indra, pada kesempatan itu memperkenalkan Kitabisa dan program Teach4Hope kepada seluruh peserta.
Sementara itu, Sekretaris Desa Batu Tiga, Kadirun, menyampaikan bahwa, pemerintah desa setempat mendukung program tersebut.
“Kegiatan ini selaras dengan program pembangunan setempat dan menjadi pengalaman baru bagi kami di wilayah 3T seperti Pulau Boleng,” sebut Kadirun.
Kadirun berharap, para guru tersebut dapat mengikuti pelatihan tersebut hingga tuntas.
Direktur Kredivo Indonesia, Masa Paskalis Lingga, mewakili donatur juga menyampaikan bahwa, kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab sosial mereka di sektor pendidikan.
“Semoga kerja sama ini bermanfaat bagi Pulau Boleng. Jangan pernah berhenti belajar, karena keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi halangan untuk terus belajar,” kata Masa Paskalis Lingga.
Pada kesempatan itu, salah seorang guru SDN Nanga Boleng, Abdul Karim berbagi pengalaman mengajar disana.
“Dulu, anak-anak yang lulus Sekolah Dasar (SD) di Pulau Boleng harus keluar pulau untuk melanjutkan pendidikan, jauh dari orang tua. Karena itu, saya dan Pak Sukardin bertekad membangun sekolah lanjutan di sini, sampai akhirnya bertemu Kitabisa dan Insan Bumi Mandiri (IBM),” ucap Abdul Karim.
Abdul Karim menambahkan, saat ini di Pulau Boleng sudah tersedia bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan siswa.
“Tinggal gurunya yang harus berkembang dan mengikuti kurikulum serta teknologi baru,” sebut Abdul Karim.
Abdul Karim mengaku, pelatihan tersebut sangat dbutuhkan oleh guru setempat, agar proses belajar mengajar di Pulau Boleng terus berkembang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kitabisa, Kredivo, dan Insan Bumi Mandiri (IBM) yang telah membantu pendidikan disini,” ungkap Abdul Karim, yang juga Wakil Ketua Yayasan Tujuh Tangkai.
Pembukaan orientasi tersebut turut dihadiri jajaran Kredivo Group, terdiri dari Corporate Human Resource, Jean Lua, tim Human Resource, Grace Songa dan Fauzan Waly Yassar, dan tim Marketing, Feisal Jamaludin Kahfi.
Sekedar informasi, Pulau Boleng merupakan salah satu daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pulau Boleng bisa dicapai dengan menempuh perjalanan darat selama 30 menit dan 15 menit perjalanan laut dari Labuan Bajo.
Pada malam hari, kondisi listrik disana baru menyala sekitar satu jam, dan telah memiliki gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026.
Di tengah kondisi tersebut, para guru, yang mayoritas honorer konsisten mengajar setiap hari. Kondisi itu, mendorong Teach4Hope melaksanakan penguatan kapasitas bagi guru, khususnya guru jenjang SMP/MTs di Pulau Boleng.
Program Teach4Hope terdiri dari enam pertemuan yang mencakup tiga kompetensi utama, yaitu kompetensi personal, rasional, dan vokasional dengan menghadirkan para ahli di bidang masing-masing ke Pulau Boleng untuk mendampingi proses belajar para guru.
Pelatihan pertama dijadwalkan pada pekan kedua Agustus 2026 dan berlangsung rutin setiap pekan setelah jam mengajar para guru selesai. [ ] (red)

















