LINTAS NASIONAL – BIREUEN, Kepala Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Jeumpa, Indra, mengatakan pihaknya akan mendata seluruh pembukaan lahan baru yang berada di kawasan hutan produksi di Kabupaten Bireuen.
Pendataan dilakukan untuk menginventarisasi titik-titik pembukaan lahan baru sekaligus memudahkan upaya pencegahan dan penanganan terhadap perambahan hutan.
“Kita akan melakukan pendataan lahan baru terlebih dahulu untuk menginventarisasi titik-titik pembukaan lahan hutan. Ini dilakukan untuk mengetahui dan memudahkan proses pencegahan terhadap pembukaan lahan baru yang sudah terjadi,” kata Indra saat patroli tim gabungan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Aceh dan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Bireuen di kawasan hutan produksi di Kecamatan Peulimbang, Bireuen, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Patroli tersebut dipimpin Indra dengan melibatkan 10 personel gabungan dari RPH dan KPH Wilayah V Aceh bersama personel Satreskrim Polres Bireuen, kegiatan dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan pembukaan kawasan hutan produksi dalam beberapa hari terakhir.
Indra mengatakan pihaknya belum dapat memastikan siapa yang membuka lahan tersebut, apakah masyarakat setempat atau pihak dari luar wilayah. Karena itu, pendataan diperlukan untuk mengetahui kondisi dan titik-titik lahan baru yang telah dibuka.
Dari hasil patroli, petugas menemukan Ratusan Hektare lahan yang telah dibuka di dalam kawasan hutan produksi. Tim juga mendapati beberapa warga berada di lokasi pembukaan lahan.
Indra mengatakan patroli tersebut merupakan arahan Kepala KPH Wilayah V Aceh, Anbiya. Selain mendata lahan yang telah dibuka, kegiatan itu bertujuan mencegah agar pembukaan kawasan hutan tidak semakin meluas.
“Patroli ini dilakukan untuk pendataan dan inventarisasi berapa banyak lahan yang telah dirambah serta sebagai upaya pencegahan dan penegakan agar perambahan tidak berlanjut,” kata Indra.
Dalam patroli tersebut, petugas tidak menemukan alat berat yang digunakan untuk membuka lahan. Sejumlah lahan yang sebelumnya telah dibuka juga terlihat kosong dan ditinggalkan.
Menurut Indra, tim hanya menemukan jejak alat berat di sejumlah lokasi.
“Saat kami datang, lahan-lahan yang telah dibuka sudah kosong dan ditinggalkan perambah, alat berat sudah dipindah oleh perambah” ujarnya. (AN)








